No Trailer Available

I Fall in Cilok with You

TRANS TV

1 episode
2017

...

IREN (23th), cewek cantik dan tajir, yang sedang kuliah semester terakhir di Universitas Kedokteran. Untuk bisa lulus, Iren harus menjadi KOAS, di rumah sakit. Iren kuliah di Kedokteran bagian ahli gizi. Karena tahu ilmu gizi inilah, Iren jadi cewek yang sangat pemilih dalam makanan. Gak mau makanan MSG, gak mau jajan di kaki lima, setiap makanan juga harus ditimbang kadar gizinya. Ribet banget.

 

Ayah Iren, RENDRA (55th), adalah seorang dosen di Universitas tempat Iren kuliah. Sebagai anak dosen, Iren pasti mendapatkan ‘hak istimewa’ dari ayahnya. Tapi ternyata tidak. Iren ditugaskan menjadi KOAS di desa Ciadem (fiktif), sebuah desa yang jauh dari kota Sukabumi. Puskesmas Ciadem baru saja ditinggalkan salah satu dokternya. Iren ditugaskan disana. Iren tentu protes dengan ayahnya. Semua teman-temannya ditugaskan di RS besar di Jakarta. Kenapa dia harus di desa? Mana udik banget lagi tempatnya. Iren minta Mama nya membela, tapi Mama nya berpihak ke Rendra.

 

Iren terpaksa harus ninggalin tunangannya, AJI (23th) yang sangat dicintainya. Iren sangat takut Aji direbut cewek lain. Aji cowok ganteng, pintar tapi agak sombong. Bergaul aja sampai milih-milih. Apalagi dapat cewek keren kayak Iren, bangganya minta ampun deh. Iren percaya, Aji sangat setia. Buktinya pas ditinggal, Aji nangisnya kejer gitu (padahal itu mah akting doang).

 

Dimulailah hari pertama Iren di desa Ciadem. Iren langsung digilai para cowok desa. Adalah DADANG (20th) cowok sruntulan anak Pak RT, yang langsung jatuh cinta sama Iren. Sejak Iren datang, tekad Dadang cuma satu, mau mendapatkan cinta Iren. Pokoknya Iren harus jadi pacarnya, bagaimanapun caranya. Sementara Iren harus sering ke rumah Pak RT, untuk mengurus surat-surat. Dadang selalu cari kesempatan, kalau Iren ke rumahnya. Iren sampai enek sendiri. Di Ciadem sebetulnya ada tukang warung yang lumayan cakep, AMAH (25th). Sebelum ada Iren, Dadang juga senang ngejar-ngejar Amah. Tapi Amah cuma suka sama cowok ganteng penjual cilok, ENCEP (20th).

 

Encep memiliki kegantengan yang tersembunyi dibalik topi dan handuk yang selalu diselempangin. Encep udah 2 tahun jual cilok, semenjak Ayahnya udah gak ada. Dia hanya tinggal dengan Ibunya, yang bekerja sebagai tukang cuci di rumah Pak RT. Suatu hari Encep jatuh di dekat sungai,  gara-gara keserempet mobil dan sialnya mobilnya langsung kabur. Akibatnya kakinya Encep keseleo, gak bisa jalan. Amah melihat dan langsung bawa Encep ke Puskesmas. Di Puskesmas Amah panik dan mencari dokter. Yang tugas saat itu Iren. Tapi sama Iren, Amah disuruh antri karena Ibu-Ibu sebelumnya udah antri. Amah terpaksa membentak Iren, karena ini keadaaan darurat. Padahal kaki Encep cuma keseleo, Amah nya aja yang lebay. Setelah diperban, Encep bilang makasih. Dia gak bisa bayar, karena baru mau jualan. Encep malah menawarkan ciloknya. Iren dengan jutek bilang, cilok? Apaan tuh. Gak banget!. Encep sebal dengarnya. Dia pulang sambil ngedumel, amit-amiiitt saya ketemu itu orang lagi!

 

Tapi yang ada Iren dan Encep malah sering ketemu. Setiap ketemu di jalanan, Iren lempeng aja lihat Encep. Begitupun Encep yang kagak mau kalah, alias jaga gengsi. Suatu hari Iren main ke rumah Pak RT, dan disuguhi cilok. Iren sebelumnya mana pernah makan cilok. Dia sangat picky. Waktu tahu ditugasin ke desa, Iren minta stok makanan instan sehat ke Mama nya. Tapi karena gak enak hati, Iren nyobain. Dan ternyata Iren suka! Yang ada Iren malah gak fokus, dan nanya Pak RT... Ini cilok beli dimana, Pak???

 

Iren gengsi kalau harus beli sama Encep. Apalagi dia pernah nyela ciloknya Encep. Iren malah ngebatin, emang gak ada tukang cilok lain apa, selain Encep? Iren suruh asitennya beli cilok lain, tapi jelas-jelas gak se-enak buatan Encep. Akhirnya mau enggak mau, Iren minta asistennya beli cilok Encep. Dan kalau Puskesmas udah sepi, Iren makan dengan muka ke-enakan gitu. Tapi yang ada diintip Suster jaga. Sejak itu, tiada hari tanpa cilok. Orang yang disuruh Iren sampai heran.

 

Lama kelamaan, Encep akhirnya tahu, kalau cilok titipan itu buat Iren. Encep malah iseng. Dikasih garam yang banyak sama saos banyak. Iren mules-mules. Besoknya pas ketemu Encep, dia marah-marahin Encep. Encep malah ketawa. Padahal dulu pernah bilang... Amit-amit sampai makan cilok elo!! Ketika itu Dadang yang mau ke puskesmas, melihat kejadian itu. Dadang curiga, kalau ada kedekatan antara Iren dan Encep. Karena selama ini Dadang kenal banget sama Iren. Dia gak mungkin bisa se-happy itu di dekat cowok.

 

Karena kejadian ini, Iren dan Encep jadi dekat. Iren udah berani beli cilok sendiri, bahkan sampai ke rumah Encep. Ibunya Encep menyambut dengan sangat ramah, sampai gugup segala. Sejak kapan ada dokter yang suka cilok? Ya baru Iren itu! Amah dan Dadang terancam. Dadang mendekati Amah untuk kerja sama. Amah yang cinta mati sama Encep, menerima tawaran Dadang.

 

Iren kagum dengan kerja keras Encep dan prinsipnya, gak mau nerima uang lebihan. Walaupun hidup sederhana dengan Ibunya, Encep gak mau dapat duit dari hasil pemberian! Maunya dari hasil kerja!. Beda sekali dengan tunangan Iren, Aji. Iren yang awalnya selalu komplen sama Ayahnya untuk mutasi, sekarang malah jadi betah. Iren jadi belajar soal kehidupan dan rasa bersyukur dari Encep. Iren jadi mandiri dan bertanggung jawab. Dan itulah yang diharapkan Ayahnya. Itulah kenapa Ayahnya gak mau nugasin Iren ke RS besar. Pasti Iren akan jadi anak manja dan dikit-dikit minta tolong Ayahnya.

 

Aji yang ternyata gak setia, menduakan Iren. Aji sendiri yang mutusin Iren by phone. Iren patah hati. Iren gak masuk ke Puskesmas udah 3 hari. Diam-diam Encep nyariin. Dadang tahu dari Amah, kalau Iren kayaknya sakit. Dadang datangin Iren dan kasih perhatian. Dibawain makanan enak, tapi gak mau. Iren cuma mau cilok. Dadang makin yakin, Iren cinta sama Encep. Dadang harus misahin mereka berdua!

 

Dadang bilang ke Ayahnya, untuk mengusir Encep dari desa. Ayahnya punya kekuatan di desa Ciadem. Kalau dia gak bisa dapetin Iren, siapapun juga gak bisa, termasuk Encep. Atau tidak, pecat Ibunya Encep sebagai tukang cuci. Dadang benci Encep, yang udah mengambil Iren darinya. Amah juga sukanya sama Encep. Kenapa semua cewek selalu suka sama Encep ketimbang dia?!

 

Ibunya Encep gak sengaja mendengar. Di rumah, Ibunya bilang ke Encep, supaya Encep mengalah. Daripada Dadang mengusir kita? Begitulah kira-kira kata ibunya. Dan bagaimanapun, Ibunya butuh pekerjaan. Pak RT udah baik sama dia, mau mempekerjakan dia. Jualan dari cilok gak akan cukup untuk hidup. Pada saat itulah hati Encep berkecamuk. Dia pasti harus mengalah. Tapi sebenarnya Encep memang mencintai Iren. Dokter sombong yang ternyata baik hati dan perhatian itu. Iren sangat peduli dengan Ibunya. Encep gak pernah ketemu cewek kayak Iren. 

 

Hari itu Encep menyiapkan cilok istimewa. Anggap saja ini cilok terakhirnya, sebelum Encep pergi dari hidup Iren. Dengan nekat Encep mendatangi Iren, dan bawa cilok spesial. Disitu Iren curhat tentang Aji yang ninggalin dia, dan kini udah jadi mantan. Encep sadar diri, siapalah dia bisa cinta sama Iren. Mulai saat itu Encep gak mau punya harapan untuk mencintai Iren.

 

Sementara Aji yang udah mutusin Iren, malah diputusin sama ceweknya. Karena tahu kalau Aji Cuma seorang playboy yang Cuma ngandelin kekayaannya. Aji pun kangen dan teringat sama Iren, dia menanyakan kepada Rendra alamat Iren. Dari Rendra lah, Aji tahu kalau Iren tinggal di desa ciadem. Aji berencana menyusul ke sana.

 

Encep selalu menghindar dari Iren. Jualan juga sampai muter. Amah senang karena Encep sering minta bantuan dia. Dadang juga senang, ternyata ancamannya berhasil. Dadang jadi leluasa deket sama Iren. Dan Dadang, dengan giat dan agak maksa, belajar bikin cilok dan dibawain untuk Iren. Iren makan dengan terpaksa, karena rasanya gak karu-karuan.

 

Tapi sebenarnya Encep gak bisa menjauh dari Iren. Begitu juga Iren yang kangen sama Encep, apalagi sama rasa ciloknya. Sekalinya papasan, Encep melihat Dadang jalan sama Iren. Benar kata Ibunya, lebih baik mengalah, karena Dadang lebih segala-galanya dari Encep. Karena nasib hidup mereka seolah ada di tangan Dadang. Suatu hari Dadang dan Amah ribut mulut. Amah gak terima. Dadang bisa dapetin Iren, sementara Amah gak bisa dapetin Encep. Iren akhirnya tahu rencana buruk Dadang.

 

Saat jalan pulang, Iren bertemu dengan Aji. Aji ngajakin baikan lagi sama Iren. Iren marah karena menganggap Aji Cuma pengen mempermainkannya. Aji mohon-mohon ke Iren, tetap Iren menolak.

 

Iren memilih pergi dari desa Ciadem. Amah menyampaikannya kepada Encep. Selama ini Amah tahu kalau hati Encep terpaut cinta sama Iren. Ini saatnya Encep bilang ke Iren. Ibunya Encep akhirnya gak bisa melarang lagi. Encep pergi ke kontrakan Iren. Disitu ada Dadang dan Pak RT, dan warga lain, yang siap melepas Iren. Iren minta maaf kalau selama ini ada salah. Encep memberikan cilok terakhirnya. Iren sedih dan tidak bisa membohongi perasaanya. Saat Iren mau pergi, tiba-tiba Rendra datang. Rendra memutuskan agar Iren membantu desa Ciadem karena belum ada dokter. Rendra mengutusnya karena memang tahu bagaimana kondisi desa ciadem. Iren senang memeluk Rendra.. Rendra mengernyit, bukannya awalnya Iren tidak suka KOAS di desa ciadem. Iren bilang karena ada encep yang menjaga hatinya untuk tetap berada di sini! Iren urung pergi demi Encep. Demi cowok cilok yang dicintainya. Aji sedih melihat dari kejauhan, Iren memeluk Encep.

DIRECTED BY:

-

PRODUCED BY:

MANOJ PUNJABI

ARTIST :

-

RELATED
SINETRONS